Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Demi Nelayan, ESDM Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Jakarta (Samudranesia)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kembali melaksanakan program bantuan konverter kit untuk nelayan setelah sempat menghapusnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal ESDM Ego Syahrial dalam agenda Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Rabu 24 Juni 2020 di Jakarta.

Sebelumnya, dalam upaya penyesuaian anggaran pasca Covid-19. Kementerian ESDM memutuskan untuk meniadakan program konverter kit (konkit) untuk nelayan yang sedianya ditargetkan sebanyak 40.000 paket dengan anggaran Rp 350 juta dan konverter kit untuk petani sebanyak 10.000 paket dengan anggaran Rp 82,50 juta.

“Terdapat empat infrastruktur untuk refocusing yaitu program konkit untuk nelayan, kedua konkit petani dan ketiga pembangunan PJUTS serta sumur bor air. Kami telah lakukan penyisiran yaitu anggaran sebesar Rp 235 miliar untuk dialokasikan ke empat program itu,” kata Ego, Rabu (24/6).Ego melanjutkan, nantinya program konverter kit untuk nelayan diadakan sebanyak 15.000 paket dengan anggaran Rp 131,2 miliar. Kemudian konkit petani sebanyak 7.500 paket dengan anggaran Rp 61,8 miliar.

Adapun, program PJU-TS dengan tambahan 1.800 titik dengan anggaran Rp 30,6 miliar. Serta penambahan 30 titik sumur bor air tanah dengan anggaran Rp 12 miliar.

Demi menutupi pengeluaran anggaran pada keempat program tersebut, Ego menerangkan Kementerian ESDM bakal memangkas anggaran perjalanan dinas dan paket meeting. “Usulan kami perjalanan dinas dan paket meeting yang bisa di geser untuk infrastruktur dan melakukan efisiensi terhadap perjalanan dinas dan paket meeting. Kami melakukan pemangkasan sebesar Rp 235 miliar,” terang Ego.

Sebelumnya, anggaran untuk program konverter kit nelayan ditiadakan karena anggaran dialihkan bagi penanganan Covid-19.

 

Article Link: http://samudranesia.id/demi-nelayan-esdm-pangkas-anggaran-perjalanan-dinas/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published