Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Cold Storage Portable Jadi Solusi untuk Serap Ikan Nelayan dan Pembudidaya

Foto: Menteri KP Edhy Prabowo kunjungi PT Bhanda Graha Reksa (BGR) Persero di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/6/2020).

Jakarta (Samudranesia) – Penggunaan cold storage portable dianggap menjadi solusi tepat bagi pemenuhan kebutuhan ruang pendingin untuk menjaga kualitas dan harga ikan agar tetap stabil, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur. Hal ini menjadi concern Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya di masa pandemi Covid-19 yang ikut berdampak pada menurunnya daya beli hasil perikanan.

KKP sendiri tengan berencana untuk memperbanyak cold storage di wilayah Indonesia Timur. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi  PT Bhanda Graha Reksa (BGR) Persero di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/6/2020).

Didampingi Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo dan Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT) Zulficar Mochtar, kedatangan Menteri Edhy ingin melihat langsung cold storage atau gudang pendingin yang digunakan oleh perusahaan pelat merah tersebut. Cold storage yang digunakan PT BGR lebih hemat listrik dan portable atau dapat dipindah-pindah.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu terobosan, jalan keluar bagi ikan-ikan yang selama ini ditangkap tapi tidak bisa masuk coldstorage. Dan ini tidak membutuhkan konstruksi yang luar biasa mahal,” terang Menteri Edhy di lokasi.

Pengadaan cold storage portable diupayakan berjalan tahun ini sehingga ikan-ikan yang diproduksi nelayan dan pembudidaya di masa pandemi Covid-19 bisa langsung disimpan. Mengenai pembiayaannya terdapat dua skema, yakni melalui APBN dan dana pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU)/KUR.

“Intinya ini hal bagus yang bisa segera kita sampaikan ke masyarakat untuk menampung ikan-ikan kita. Mudah-mudahan ini bisa kita tindaklanjuti segera di 2020 ini,” tegas Edhy.

Kawasan Indonesia Timur menjadi prioritas KKP untuk menempatkan cold storage portable ini. Edhy juga meminta jajarannya saling berkolaborasi agar penyerapan ikan nelayan dan pembudidaya berjalan lebih maksimal.

“Semua daerah prioritas ya, tapi utamanya daerah Indonesia Timur dulu yang selama ini berpotensi terbuang ikan banyak,” jelas dia.

“Kalau selama ini cold storage diadakan oleh Dirjen PDSPKP, saya minta (Ditjen) Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya bisa otomatis memberi masukan dan eksekusi langsung. Pekerjaan besar kalau hanya dikerjakan satu orang susah selesai, kalau kita keroyok dan berkolabarasi bisa lebih maksimal hasilnya. Laut kita luas, produksi ikan kita besar baik budidaya maupun tangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, jumlah cold storage di Indonesia tercatat sebanyak 1.741 unit dengan kapasitas total penyimpanan sebesar 2,46 juta ton. Cold storage yang dibangun swasta dan pemerintah ini tersebar di 34 provinsi Seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT DS Solutions International, Ferdian mengatakan pihaknya tidak hanya berpikir bisnis dalam penyediaan cold storage. Tapi lebih melihat manfaat yang begitu besar karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan rawan bencana.

“Kami dari PT DS Solutions International sebagai penyedia Portable Cold Storage, kami yakin dengan adanya Portable Cold Storage ini bisa mendukung program kerja pada sektor Kelautan dan Perikanan. Menyerap dan memanfaatkan potensi hasil perikanan dengan baik,” harapnya.

Senada dengan Ferdian, Dirut BGR logistics M Kuncoro Wibowo mengatakan pihaknya pendatang baru di penyerapan hasil perikanan. Akan tetapi sebagai perusahaan logistik yang sudah punya nama, tentu akan maksimal dalam menjalankan program.

“Kami masih baru untuk barang basah dalam hal ini ikan, karena selama ini lebih ke barang kering. Tentu dalam hal meningkatkan pelayanan kami akan maksimal meski dalam bisnis ikan kami pendatang baru,” tandas Kuncoro. (Ney)

 

Article Link: http://samudranesia.id/cold-storage-portable-jadi-solusi-untuk-serap-ikan-nelayan-dan-pembudidaya/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published