Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Cegah Human Trafficking, DFW Indonesia Berikan Pelatihan kepada Masyarakat Perikanan

Pelatihan kepada masyarakat perikanan tentang pencegahan Human Trafficking di Tegal.

Tegal (Samudranesia) – Bisnis perikanan merupakan salah satu sektor yang rentan terjadinya praktik kerja paksa dan perdagangan orang. Praktik yang terindikasi sering terjadi adalah penipuan, penahanan dokumen dan pemanfaatan kondisi kerentanan yang dialama korban. Beberapa wilayah di Indonesia teridentifikasi rentan terjadi praktik ini. Salah satunya adalah provinsi Jawa Tengah.

Untuk mengatasi hal tersebut, Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dalam skema SAFE Seas Program (SSP) melaksanakan pelatihan komunitas masyarakat, serikat pekerja, karang taruna, dan perempuan untuk identifikasi korban kerja paksa dan perdagangan orang di Jawa Tengah. Kegiatan diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tegal pada 12/12/2019.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kabupaten Brebes, kota Tegal, kabupaten Tegal dan kabupaten Pemalang.

Fasilitator DFW-Indonesia Jawa Tengah, Januar Triadi mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada komunitas masyarakat perikanan tentang indikasi kerja paksa dan perdagangan orang.

“Masyarakat sering abai dan tidak menyadari bahwa ada anggota keluarga yang menjadi korban kerja paksa dan perdagangan orang ketika bekerja di kapal penangkap ikan di dalam maupun luar negeri” kata Januar.

Sementara itu, National Program Officer Counter Trafficking and Migration Unit, IOM, Among Pundhi Resi yang hadir menjadi narasumber kegiatan tersebut mengatakan bahwa elemen perdagangan orang di kapal ikan dapat dikenali dari proses perekrutan dan penempatan, cara yang digunakan dan kondisi kerja serta kondisi hidup yang eksploitatif.

“Dalam bisnis perikanan proses perekrutan dan penempatan merupakan tahapan yang paling rentan sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan” kata Among.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan banyak kasus perdagangan orang sektor perikanan belum banyak terungkap karena keenggan korban dan saksi untuk memberikan pelaporan kepada pihak terkait.

“Mendorong keberanian korban untuk melapor adalah tugas bersama dan akan membantu upaya pemerintah mengurangi praktik kerja paksa dan perdagangan orang terutama pada sektor perikanan” kata Abdi. Dalam temuan DFW-Indonesia, ketakutan melapor ini karena adanya ancaman agen perekrut dan masih adanya dokumen yang ditahan sehingga korban enggan melaporkan kasus yang di alami. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/cegah-human-trafficking-dfw-indonesia-berikan-pelatihan-kepada-masyarakat-perikanan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published