Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

BJ Habibie, Peletak Fondasi Supply Chain Indonesia

BJ Habibie disematkan sebagai Bapak Supply Chain Indonesia oleh ALFI.

Jakarta (Samudranesia) – Jasa Presiden RI ketiga Prof Dr. Ir. BJ Habibie dalam dunia maritim khususnya terkait distribusi barang-supply chain teramat banyak. Pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 itu ternyata sejak muda sudah memiliki gagasan mengenai pengembangan sektor transportasi dan logistik di Indonesia dengan wilayahnya yang berupa kepulauan.   

“Bangsa ini sangat kehilangan seorang yang telah berjasa besar. Pak Habibie telah meletakkan fondasi yang kokoh dalam berbagai aspek, terutama demokrasi, ekonomi, dan teknologi. Bagi kami pelaku bisnis logistik, gagasan Pak Habibie merupakan cikal bakal dan fondasi dalam pengembangan supply chain nasional,” ucap Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/9).

Tanpa gagasan Habibie, ungkap Yukki, sektor logistik di Indonesia mungkin belum dapat berkembang sepesat seperti saat ini. Menurut dia, visi Habibie sangat sejalan dengan berbagai konsep supply chain yang sedang berkembang saat ini.

“Inisiatif dan gagasan Beliau terhadap industri logistik dan transportasi terutama terkait konektivitas multi-moda tidak hanya ada saat beliau menjadi pejabat negara baik sebagai Menteri, Wakil Presiden, Presiden, dan jabatan strategis lainnya, tetapi jauh sebelum itu,” ungkapnya.

Tepatnya di tahun 1963, saat Habibie menjadi mahasiswa di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachea, Jerman, dirinya sudah kerap melontarkan gagasannya terkait konektivitas di kepulauan Indonesia. Salah satu alat mutlak pendukungnya ialah pesawat, sehingga sangat perlu Indonesia memilik industri pesawat terbang sendiri.

Selain itu, industri perkapalan sebagai penunjangnya juga perlu diperbanyak di Indonesia, tentunya dengan produk yang berteknologi maju.

Lanjut Yukki, berbagai inisiatif dan program Habibie selama mengabdikan diri dalam pemerintah Indonesia adalah pengembangan industri dirgantara melalui pengembangan PT Nurtanio, industri kelautan melalui pengembangan galangan kapal nasional PT PAL, serta inisiatif Habibie dalam industri otomotif nasional merupakan bukti nyata dalam mendukung konektivitas moda transportasi.

“Konektivitas multi moda transportasi merupakan faktor kunci konsep supply chain dalam bisnis logistik,” terang Yukki.

Atas dasar itu, Yukki menyematkan pendiri ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) itu sebagai Bapak Supply Chain Indonesia. Hal yang masih diingatnya ialah kala Habibie membuka secara langsung Musyawarah Nasional (Munas II) Gafeksi pada tahun 1998.

“Dalam kata sambutannya saat itu, Pak Habibie secara implisit menjelaskan soal arah perkembangan industri logistik yang mengarah pada konsep supply chain di mana peran transportasi multi moda sangat penting,” tuturnya.

Sejak saat itu Habibie juga sudah mengingatkan soal kemajuan teknologi yang akan mempengaruhi jalannya bisnis logistik dan mengingatkan soal pentingnya pembangunan sumber daya manusia, termasuk dalam sektor logiatik, sehingga memiliki daya saing dalam bisnis logistik yang akan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.

Masih kata Yukki, pengembangan INFA institute yang merupakan training center bagi sumber daya manusia industri logistik nasional juga tidak terlepas dari arahan Habibie saat membuka Munas II Gafeksi. Sifat seorang Habibie dengan kemajuan pola berfikirnya ialah senang mengajar dan mencetak SDM Tangguh.

Dengan kesederhanaannya, Habibie mengingkan bahwa dirinya bukanlah satu-satunya orang Indonesia yang berfikiran maju terhadap inovasi terknologi, melainkan banyak anak bangsa ini yang jauh lebih hebat darinya dan berguna buat bangsanya.

“Bagi kami pelaku sektor transportasi dan logistik, jasa Beliau sangat besar. Penerapan konsep supply chain saat ini tak terlepas dari jasa Beliau. Selamat beristirahat Bapak Supply Chain Indonesia,” tutupnya. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/bj-habibie-peletak-fondasi-supply-chain-indonesia/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published