Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Berjuang Hadapi Pandemi Lewat Komunitas “KILL Covid-19”

Ketua Umum KILL Covid-19, Adharta Ongkosaputra menandatangani dokumen pendirian komunitasnya.

Jakarta (Samudranesia) – Dalam menghadapi perang terhadap Pandemi Covid-19 diperlukan persatuan dan kesatuan dari seluruh elemen bangsa. Semangat gotong royong perlu dipancarkan guna menyudahi pandemi ini melalui suatu wadah perjuangan bersama.

Atas dasar itu, Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILL Covid-19) dibentuk dengan suatu komitmen untuk memberantas pandemi ini. Hal itu dilaksanakan, mengngat korban terus bertambah dan berjatuhan akibat wabah ini.  

Bertempat di rumah Adharta Ongkosaputra, Senin (28/9), perwakilan dari para pihak relawan yang sepakat dengan gagasan perjuangan bersama dalam memberantas Covid-19 mendeklarasikan berdirinya KILL Covid 19.

“Ini sebuah komunitas yang berbadan hukum beranggotakan eelawan yang memiliki satu hati, satu jiwa, satu tujuan untuk melawan dan melibas serta memiliki komitmen tinggi untuk memutus rantai Covid-19,” ujar Ketua Umum KILL Covid-19, Adharta Ongkosaputra.

Sebagai praktisi pelayaran dan logisti yang pernah merasakan ganasnya Covid-19, Adharta bertekad untuk melawan Covid-19 dengan komunitas yang dibangunnya itu. Pembacaan deklarasi itu disampaikan olehnya di hadapan para pembina, pengawas dan badan pengurus.

“KILL Covid 19 sangat berguna bagi masyarakat luas. Nantinya perjuangan para relawan ini akan meliputi beberapa Gugus Tugas,” ungkapnya.

Dalam pesan elektroniknya kepada Samudranesia, Adharta menjelaskan ada beberapa Gugus Tugas. Di antaranya, Gugus Tugas Informasi dan Komunikasi, Gugus Tugas Hubungan Masyarakat, Gugus Tugas Penggalangan Dana, Gugus Tugas Rumah Sakit dan Gugus Tugas Dokter.

“Gugus Tugas Informasi dan Komunikasi dipimpin oleh Bapak Deni Sung yang akan membuat banyak hal untuk melawan Covid 19 seperti melalui edukasi gambar, poster, sticker sampai video berdurasi pendek soal pesan untuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” jelas Adharta.

Sambung dia, edukasi ini dirancang oleh para murid Global Multi Media dengan penampilan yang sangat bagus. Selain itu, edukasi ini juga menjadi bentuk kepedulian serta sumbangsih anak muda dalam relawan Covid 19.

Adharta menerangkan tidak ketinggalan peran Gugus Tugas Hubungan Masyarakat. Menurutnya gugus ini penting sekali dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Gugus ini dipimpin oleh Bapak Johnny Sirait. Jadi ini agar bagaimana komunikasi antar masyarakat yang sulit sekali mendapat edukasi bisa kita lakukan. Kemudian juga sebagai komunikasi antar instansi yang tentunya ini menjadi kunci keberhasilan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” ulasnya.

“Ambil contoh lingkaran paling kecil atau little circle. Sebuah rumah tangga kecil dalam mengatasi keadaan darurat jika ada yang terpapar karena Covid 19 tentu akan panik sekali.

Bagaimana seseorang dalam keluarga harus melakukan isolasi mandiri lalu bagaimana bisa melakukannya sendiri? Sungguh sulit, maka dari itu KILL akan berperan di situ. Dengan dibantu Tim IT, maka Humas menjadi sebuah jalan untuk meredam penyebaran Covid-19,” tambah Ketua Gugus Tugas Hubungan Masyarakat Johnny Sirait.

Adharta menambahkan peran dari Gugus Dokter yang memberikan nasihat dalam bantuan obat dalam kecepatan tinggi sangat diperlukan. Begitu juga Gugus Rumah Sakit yang mengkomunikasikan antar rumah sakit.

“Jadi betapa sulitnya mencari kamar rumah sakit apalagi ICU, sekali lagi sangat sulit mencari kamar rumah sakit. Gugus Tugas Rumah Sakit menjadi penting karena akan menjadi dukungan informasi kamar kosong rumah sakit mana yang dihubunginya. Gugus Rumah Sakit juga akan memberikan informasi lengkap keterkaitan peraturan pemerintah tentang penggunaan BPJS, asuransi sampai bantuan pemerintah tentang pembiayaan pasien Covid-19 yang masih banyak belum dimengerti dan dipahami oleh masyarakat,” bebernya.

Masih kata Adharta, KILL akan menjadi Call Center mengenai informasi melawan Covid-19 KILL juga akan bekerja sama dengan Institusi Akademis seperti para universitas yang mempelajari secara psikologis dampak penyerangan Covid 19 dengan dibantu para Psikolog dan bagian dari kerusakan mental spiritual pasien yang terpapar.

“Kerja sama dengan Institusi pemerintah terbuka luas baik dengan Badan Nasional Penggalangan Bencana (BNPB), BPOM dan Farmasi mengenai obat-obatan bantuan distribusi hingga Vaksin Covid 19. Sampai tidak tertutup kemungkinan memberikan atau menyalurkan bantuan kepada keluarga prasejahtera,” ucapnya.

Terakhir, Adharta menyebut ada Gugus Tugas Penggalangan Dana yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum KILL Covid-19, Budi Hidayat. Jadi komunitas bisa dibilang memiliki kelengkapan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

“Kata kata baik, satu hati, satu jiwa, satu tujuan, melawan melibas Covid-19 menjadi motto kerja KILL untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Anda dan saya terpilih untuk membantu rakyat, bangsa dan negara tercinta Republik Indonesia,” tegas Adharta penuh semangat.

“Saat ini juga anda bersama KILL akan menjadi Pahlawan Bangsa. Saat ini jangan tanya apa yang pemerintah atau negara berikan kepada kita tetapi mari bersama kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apa yang akan kita berikan kepada negara, bangsa dan rakyat? KILL menanti bersama anda,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen KILL Covid-19, Lily Tan menyebut kelahiran KILL Covid-19 ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Banyak tokoh masyarakat yang mendukung berdirinya komunitas ini.

“Itu yang membuat kami tambah semangat dalam berbuat,” tandas Lily. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/berjuang-hadapi-pandemi-lewat-komunitas-kill-covid-19/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published