Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Beberapa Daerah Masih Rawan ‘Destructive Fishing’

Penggunaan bom ikan, salah satu bentuk destructive fishing yang masih terjadi di beberapa daerah.

Jakarta (Samudranesia) – Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Matheus Eko Rudianto menyebut bahwa selama ini memang destructive fishing masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun demikian, Eko juga menjelaskan bahwa berbagai langkah konkrit sudah diambil oleh KKP di antaranya melalui penetapan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 114/KEPMEN-KP/SJ/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengawasan dan Penanggulangan Kegiatan Penangkapan Ikan yang Merusak Tahun 2019-2023.

Selain itu pemberantasan destructive fishing ini juga menjadi salah satu concern dalam kerja sama KKP-POLRI yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman Nomor 01/Men-KP/KB/II/2020 tentang Sinergitas Pengamanan dan Penegakan Hukum Bidang Kelautan dan Perikanan.

”Langkah-langkah pemberantasan DF (Destructive Fishing) ini tentu mengacu pada rencana aksi nasional yang sudah kita tetapkan,” ujar Eko.

Eko juga menjelaskan bahwa dalam rangka memberantas Destructive Fishing ini, Ditjen PSDKP telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Polair dan TNI AL dengan  melakukan kegiatan patroli dan pengawasan secara intensif terhadap kegiatan penangkapan ikan yang merusak.

”Pada tahun 2019, sebanyak 952 kapal perikanan telah diperiksa dan 33 pelaku destructive fishing berhasil ditangkap dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Selatan,” jelas Eko.

Lebih lanjut, pada tahun 2020 telah dilaksanakan operasi di empat lokasi yang selama ini memiliki kerawanan yang tinggi yaitu di Kapoposang-Sulawesi Selatan, Flores Timur-NTT, Halmahera Selatan-Maluku Utara dan Konawe-Sulawesi Tenggara. Dari keempat lokasi tersebut sebanyak 24 pelaku destructive fishing berhasil diamankan.

Selain upaya penegakan hukum, Eko juga menerangkan bahwa upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya destructive fishing ini juga sudah dan akan terus dilakukan oleh KKP. Hal ini merupakan salah satu ikhtiar agar masyarakat aware pentingnya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.

”Kami juga tak henti-hentinya mendorong program edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar ada peningkatan kesadaran dalam memerangi kegiatan penangkapan ikan yang merusak,” pungkas Eko. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/beberapa-daerah-masih-rawan-destructive-fishing/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published