Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Banyak Kapal Ilegal Cari Tempat Aman, Susi Mencium ada Permainan Kartel Besar

Susi Pudjiastuti

Jakarta (Samudranesia) – Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti, mengatakan dalam World Ocean Conference yang digelar United Nation pada 2018, negara peserta menyepakati akan mengakhiri illegal fishing di tahun 2022. Ia menyebut hal ini merupakan suatu yang baik, namun di lain sisi, dirinya mengingatkan pemerintah agar tak mengendurkan aturan yang ada saat ini.

“Ini peringatan untuk Indonesia bahwa ada ribuan kapal mencari rumah to be legal,” kata Susi dalam webinar bertajuk ‘Tantangan Indonesia untuk Mengakhiri Praktik Illegal Fishing’ yang diselenggarakan Kumparan dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), Jumat (12/6).

Demi mencegah masuknya kapal-kapal asing itu, kebijakan seperti moratorium kapal eks asing yang pernah ia lakukan, tetap harus dijalankan. Ia menilai langkah tersebut cukup efektif dalam memerangi praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing termasuk jenis kejahatan turunannya seperti perbudakan, human trafficking, peredaran narkoba, serta terorisme.

Susi menjelaskan, dengan target pemberantasan praktik IUU Fishing, mulai tahun 2022 tak ada lagi kapal-kapal pencuri ikan yang melakukan pergerakan untuk bisa masuk ke berbagai negara.

“Mereka itu bergerak dengan kapal illegal. Dari Indonesia saja yang lari itu lebih dari 7.000 kapal, yang stranded dan berpikir bisa jalan lagi ada 1.000 kapal lebih yang di-annex oleh Satgas 115,” jelasnya.

“Makanya di bulan Januari itu kita lihat di pelabuhan Merauke, Ambon, Bitung, Batam, tiba-tiba muncul kapal kapal besar, selama ini tidak pernah kelihatan karena mereka alih muatan di tengah laut. Nah Kita tenggelamkan karena satu-satunya cara menghilangkan possibility main mata dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Susi, upaya kapal-kapal asing ini mencari tempat aman sudah mulai tampak sewaktu ia masih menjabat sebagai Menteri KP. Dengan adanya moratorium, pemerintah bisa mengantisipasi hingga mencabut izin mereka.

“Kepemilikan paling besar didominasi hanya 8 company. Kalau kita lihat arus uangnya mengalir ke cuma 3-4 perusahaan atau negara. Di sini ada kartel besar yang menguasai sumber daya laut kita,” tegasnya.

Susi menyebutkan kapal-kapal ini bahkan enggan membayar pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan nilai yang semestinya. Hal itu terlihat saat pihaknya bertanya kepada pemilik kapal tentang jumlah kepemilikan kapal yang beroperasi di perairan Indonesia.

“Ditanya, ‘Bapak punya kapal berapa?”. Dia jawab mungkin 2. Bagaimana bisa punya kapal ratusan gross ton yang panjangnya 120 meter, (jumlah) kapalnya saja tidak ingat?” tandas Susi. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/banyak-kapal-ilegal-cari-tempat-aman-susi-mencium-ada-permainan-kartel-besar/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published