Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Atasi Dampak Covid-19 di Sektor Perikanan Perlu Kolaborasi Stakeholder

Diperlukan kolaborasi dan gotong royong untuk atasi dampak Covid-19 di sektor perikanan. Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN) sebagai konfederasi dari 7 organisasi yang bergerak pada bidang perikanan di Indonesia menggelar forum diskusi online pada Jum’at (8/5) kemarin. Diskusi perdana ini diikuti 520 peserta di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema: “Mitigasi Dampak Wabah Covid-19 pada Sektor Perikanan”.

Wasekjen MPN, M.Miftah Fahmi mengatakan sejak wabah Covid-19 masuk ke Indonesia kemudian melahirkan berbagai kebijakan turut memberikan dampak dari aspek sosial dan ekonomi. Tak terkecuali terhadap sektor perikanan dan kelautan.

“Jadi bagi kami ini perlu didiskusikan untuk meminimalisir dampak ini, kita perlu mengkolaborasikan pemikiran kita untuk mencari solusi atas permasalahan ini,” ungkap Miftah yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan di Korea Selatan.

Dalam forum diskusi tersebut menghadirkan empat narasumber, di antaranya Dr. Nimmi Zulbainarni (Sekjen MPN), M. Zulficar Mochtar, ST, M.Sc (Dirjen Perikanan Tangkap KKP), Ir.Nilanto Perbowo, MSc (Dirjen penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP), Ir. Adi Surya ( Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan  Indonesia), dan Riswanto (Aktivis Nelayan).

Sekjen MPN Dr. Nimmi Zulbainarni, menyampaikan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini semua sektor bergejolak, termasuk sektor perikanan yang mesti kita waspadai bahwa kita belum tahu sampai kapan Covid-19 ini berlangsung.

“Mitigasi dampak Covid-19, yang perlu kita siapkan adalah bagaimana kita mempersiapkan dan mengahadapi pandemi ini dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sektor Kelautan dan Perikanan justru bisa menjadi andalan saat ini dengan potensi besar yang kita miliki. Saat inilah kesempatan untuk kita menjadi bangsa yang berdaulat,” ujar Nimmi.

Sementara dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh dua dirjen yaitu M. Zulficar Mochtar, ST, M.Sc (Dirjen Perikanan Tangkap KKP)dan Ir.Nilanto Perbowo, MSc (Dirjen penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP) menyampaikan langkah dan upaya KKP dalam menangani dampak Covid-19.

Dikatakan Zulficar secara singkat, bahwa situasi saat ini tidak normal. Virus ini menyebar di 215 negara dan obatnya belum ada sehingga kita harus beradaptasi dengan keadaan yang ada.

“Semangat gotong royong hari ini diharapkan bisa memulihkan kegiatan dan kerja sama berbagai pihak untuk saling support,” ucap Zulficar.

Ditambahkan Nilanto, bahwa langkah antisipatif KKP dalam mitigasi dampak Covid-19  yaitu mendukung ketersediaan pangan pokok strategis.

“Kita fokus bagaimana semua lini usaha perikanan harus dipelihara, jangan sampai ada yang tumbang. Semua harus bangkit meskipun dalam keadaan prihatin. Kami juga melakukan digitalisasi pemasaran ikan secara online dampaknya permintaan ikan segar juga luar biasa bahkan permintaan ikan yang sudah dibumbui juga sudah ada. Berdagang ikan melalui online cukup menjanjikan, omzetnya juga menjanjikan bisa kita lakukan dari rumah,” jelas Nilanto.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Ir. Adi Surya,  menyampaikan dalam forum tersebut bahwa stok ikan kaleng saat ini sangat terbatas karena kekurangan pasokan bahan baku ikan dan cumi.

“Sementara saat ini permintaan ikan kaleng di Indonesia cukup tinggi,” ungkap Adi.

Terkait kondisi kehidupan nelayan di lapangan disampikan oleh aktivis nelayan Tegal, Riswanto. Ia menyebut ada beberapa dampak yang dialami nelayan saat ini.

“Meskipun nelayan bekerja namun hasil tangkapannya mengalami penurunan dan ini berdampak terhadap pendapatan para nelayan,” ujar Riswanto.

Dalam forum diskusi tersebut peserta yang berasal dari berbagai kalangan di sektor perikanan cukup aktif bertanya dan memberikan masukan positif untuk KKP sebagai pemangku kebijikan. Masukan juga diberikan untuk stakeholder perikanan dan kelautan lainnya yang hadir dalam diskusi tersebut. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/atasi-dampak-covid-19-di-sektor-perikanan-perlu-kolaborasi-stakeholder/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published