Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

ABK WNI Diduga Mati Disiksa, Tuntutan Pemutusan Hubungan Diplomatik dengan China Mengalir

Kapal ikan China

Jakarta (Samudranesia) – Dua pekan terjadi dua kasus pelarungan ABK Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal ikan China membuat geram banyak pihak. Hal yang terus terulang dan terjadi itu menuntut sikap tegas pemerintah RI.

Sebagaimana disampaikan Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa, pemerintah RI sudah seharusnya bersikap tegas terhadap China hingga pemutusan hubungan diplomatik    

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk tegakkan kedaulatan WNI yang menjadi ABK. Kita juga mendesak Pemerintah Indonesia putuskan hubungan diplomatik dan kerjasama dengan RRT karena bukam hanya atas nama negara menjajah Indonesia, tetapi pengusaha kapal penangkap ikannya juga menjajah warga negara Indonesia,” ucap Rusdianto dalam keterangannya, Senin (18/5).

Ia menyebut bahwa para pengusaha kapal ikan China yang selalu menjadi tujuan dari perekrutan ABK WNI untuk dihentikan. Dengan kata lain untuk sementara waktu diberlakukan moratorium untuk perekrutan ABK perikanan.

“Mendesak Polri dan TNI tegakkan hukum dan keamanan serta kedaulatan maupun melindungi warga negara Indonesia dari traffacking, perbudakan dan kerja paksa,” jelasnya.

“Nah kita juga mendesak penegak hukum tangkap personalia perusahaan penyedia layanan pekerja migran untuk pelaut yang memberangkatkanya atau manning agency, itu harus ditindak tegas,” tandas Rusdianto.

Sebelumnya, terjadi penganiayaan dan kekerasan fisik yang diduga dialami WNI ABK penangkap ikan berbendera China, Luqing Yuan Yu 623. Kekerasan fisik yang dialami oleh ABK bernama Herdianto itu diduga menjadi penyebab ia tewas dan dilarung ke laut Somalia.

Sebelumnya juga terjadi kasus pelarungan ABK WNI di kapal Long Xing 629 di Samudra Pasifik. Kejadian demi kejadian terus terjadi menimpa ABK WNI kita ketika tidak ada sikap tegas dari pemerintah. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/abk-wni-diduga-mati-disiksa-tuntutan-pemutusan-hubungan-diplomatik-dengan-china-mengalir/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published