Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Menggiurkan! Sebesar Ini Keuntungan Budidaya Benih Lobster

Menteri Edhy Prabowo melihat langsung industri budidaya lobster masyrakat.

Jakarta (Samudranesia) – Budidaya benih lobster menjadi prioritas utama dari Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan. Merujuk pada jumlah benih lobster di alam yang diyakini sangat melimpah di Indonesia.

Menurut rilis data stok Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2019, jumlah benih lobster bisa mencapai 26 miliar ekor per tahun yang tersebar di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan jika 50 persen dari benih yang tersebar di alam itu bisa dibudidaya, maka Indonesia bisa meraup keuntungan mencapai Rp 444,6 triliun per tahunnya.

“50 persen potensi benih lobster di alam bisa kita budidaya maka sudah menghasilkan nilai Rp 444,6 triliun per tahunnya dan bisa menciptakan lapangan kerja sampai 9,2 juta orang,” ujar Slamet dalam webinar bertajuk “Peluang Berbisnis Budidaya Lobster” yang diselenggarakan oleh Komunitas Maritim Indonesia (Kommari), Selasa (25/8).

Namun untuk budidaya benih lobster dan meraih profit tersebut tentu tidak semudah membalikan telapak tangan. Slamet berharap seluruh stakeholder bisa bersinergi guna mewujudkan pencapaian tersebut. “Yang kita harapkan adalah sinergitas lintas sektor untuk membangun ini,” imbuh dia.

Masih banyak kendala yang dihadapi oleh Ditjen Budidaya, salah satunya ialah masalah sinkronisasi regulasi antara pusat dengan daerah.

“Soal regulasi belum satu suara antara pusat dengan daerah. Kita sudah menyurati gubernur dan bupati untuk membuat RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil) yang mencakup komoditas ini (lobster),” jelasnya.

Kemudian soal pakan dan teknologi, juga terus diupayakannya bersama para UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah jajaran KKP. Untuk penyediaan benih, Slamet menyatakan semua masih tergantung pada alam. Ke depan pihaknya berupaya untuk menciptakan benih sendiri melalui hatchery.

“Memang kita belum mampu menciptakan benih sendiri tapi kita sudah minta UPT-UPT untuk mengeroyok ini,” ungkapnya.

Soal perizinan dan permodalan untuk pembudidaya, berbagai terobosan dan inovasi sudah dilakukan oleh Ditjen Budidaya. Hasilnya dalam beberapa bulan terakhir cukup signifikan.

“Sekarang sudah ada 52 badan usaha yang memiliki surat penetapan pembudidaya, itu dari perusahaan eksportir. Ke depan kita berharap jumlah ini terus bertambah,” harap Slamet.

Ia pun menegaskan banyak dampak positif yang dihasilkan dari budidaya lobster. Selain taksiran nilai sebesar Rp 444,6 triliun keuntungan yang diperoleh, kawasan budidaya menurutnya juga bisa dijadikan kawasan wisata.

“Kawasan-kawasan budidaya yang merupakan kawasan lestari juga bisa termasuk untuk tempat wisata. Jadi kita bangun tempatnya senyaman mungkin buat tempat diskusi dan akses jalannya juga kita bangun,” ucap Slamet.

Selain Dirjen Budidaya, narasumber lain yang hadir dalam webinar itu antara lain Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Rokhmin Dahuri, mantan Dirjen Budidaya KKP Prof Dr Ketut Sugama, General Manager Aquatec Andi J Sunadim, dan Ketua Hiplindo Effendi Wong. Bertindak sebagai moderator adalah Dedy Sutisna dari Sekolah Tinggi Perikanan. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/menakjubkan-ini-nilai-keuntungan-budidaya-benih-lobster/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published