Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Kunjungi Rumah Al-Balad, Kommari Serap Ilmu Membangun Socialpreneur

Kunjungan Kommari ke Rumah Al-Balad

 

Depok (Samudranesia) – Komunitas Maritim Indonesia (Kommari) usai dikukuhkan Kamis (18/7/2019) lalu oleh Gus Syauqi Ma’aruf Amin di Jakarta langsung tancap gas. Kommari langsung turun lapangan dengan program nyata memberikan warna baru dalam perikanan budidaya.

Hari ini, Selasa (30/7/2019), Kommari melakukan kunjungan kerja ke program budidaya Bioflok di Rumah Al-Balad, Depok. Hasil kunjungan kali ini mendapatkan ilmu baru untuk diimpelementasikan ke berbagai daerah binaan Kommari, khususnya sektor perikanan budidaya.

Kunjungan Kommari ke Rumah Al Balad

Ketua Umum Kommari, Henri Sutiyoso mengatakan pihaknya sangat bersamangat melihat pola kerja dan manajemen yang dilakukan di Rumah Al-Balad. 

“Saya senang sekali bisa melihat langsung program yang sangat bagus lewat budidaya Bioflok disini, karena program nya tidak hanya memproduksi budidaya ikan tapi juga menciptakan socialpreneur-socialpreneur di berbagai daerah,” ujarnya.

Henri menilai banyak yang bisa diadopsi dari pola kerja Rumah Al-Balad untuk diimplementasikan di berbagai daerah. “Kommari juga berkomitmen untuk ambil bagian ke masyarakat, kemana pun kita melangkah,” lanjutnya.

Sementara itu, Legisan S Samtafsir pembina sekaligus Direktur Rumah Al-Balad mengatakan bahwa lembaganya telah mengembangkan usaha dengan penuh percaya diri. Sehingga, hal itu yang selalu ditularkan pada setiap orang yang datang untuk mencontoh pola manajemen di Rumah Al-Balad. 

“Kami menetapkan pola dual management mengembangkan usaha Bioflok di Rumah Al-Balad.  Disini tidak ada pemilik, tapi bentuknya yayasan. Semua yang terlibat bener-bener Sosiobisnis entrepreneur,” kata Legisan. 

Belajar socialpreneur dari Rumah Al-Balad

Ia berharap Kommari harus memiliki perspektif bisnis dengan pola unik, yakni pola yang membuat usaha dengan pola yang bukan dimiliki perorangan.

“Tapi serasa dimiliki banyak orang sehingga semua pekerja merasa memiliki seperti yang sudah kita terapkan di Rumah Al-Balad. Jadi pekerja akan lebih bersemangat bekerja karena usaha itu miliknya, lebih serius dan bertanggung jawab,” terang Legisan

“Rumah ini bukan rumah saya rumah ini tidak ada pemiliknya, dengan begitu maka Al-Balad ini akan bisa menggandeng masyarakat lokal karena dengan begitu maka hubungan antara Al-Balad dengan masyarakat sekitarnya itu hubungan yang dari sisi sosial. Sementara dari sisi bisnis itu hampir tanpa ada jarak jadi bahkan masyarakat setempat itu merasa memiliki,” terangnya lagi. 

Rumah Al-Balad disebut sebagai Inkubator Ekonomi Umat, dengan menciptakan program Rumah Ngaji, rumah usaha, rumah jaringan dan training buat masyarakat dengan konsep Fantasyiru fil Ardhi-bertebaran di muka bumi menebarkan manfaat. (Ney)

 

Editor : Rahman

 

Article Link : http://samudranesia.id/kunjungi-rumah-al-balad-kommari-serap-ilmu-membangun-socialpreneur/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published