Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Kommari Lampung: Ekspor Baby Lobster Boleh, Asal Ada Batasan

Foto: Benih Lobster. Dok KKP

Lampung (Samudranesia) – Beberapa hari ini sedang viral pemberitaan baby lobster (Panulirus spp), bukan karena baby lobsternya, tapi terkait ekspor baby lobster. Saat ini regulasi pelarangan ekspor baby lobster tersebut masih berlaku dan menjadi viral ketika ada upaya mereview peraturan tersebut.

Pelarangan tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI PermenKP No. 56/2016 tentang Pelarangan Penangkapan dan Pengeluaran Lobster (Baby Lobster), Kepiting dan Rajungan di Wilayah NKRI. Peraturan yang terbit dan berlaku di era Menteri Susi tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah untuk memenjarakan siapapun yang “ketahuan” melakukan penangkapan dan penjualan Baby Lobster.

Saat ini, KKP RI dan stakeholder sedang me-review pelarangan tersebut. Banyak opsi dan pendapat yang akhirnya menyebabkan pro dan kontra. Ada yang tegas melawan sampai mengatakan bahwa pelarangan tersebut harus dilanjutkan. Bahkan Mantan MenKP RI Susi Pudjiastuti melalui akun twitter nya @susipudjiastuti mengkritik keras, muncul tagar #tenggelamkanedyprabowo yang menjadi trending di media sosial.

Menurut Ketua DPD Komunitas Maritim Indonesia (Kommari) Provinsi Lampung, Mursaidin Albantani hal itu menjadi fenomena yang wajar dalam linkup sosial masyarakat Indonesia.

“Di satu sisi, yang pro terhad upaya me-review peraturan yang melarang ekspor pun muncul, bahkan Presiden Joko Widodo pun berkomentar saat diwawancarai oleh awak media. Dikutip dari Kompas.com, Joko Widodo mengatakan, keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mencabut larangan ekspor baby lobster harus dilihat dari efek kemanfaatan dan lingkungannya,” kata Mursaidin dalam keterangannya, Jumat (20/12).

Sambungnya, ekspor Baby lobster harus memperhatikan keseimbangan, artinya nilai tambah untuk dalam negeri harus diperoleh dan lingkungan juga tidak rusak. Tapi jangan lantas karena diperbolehkan ekspor, lalu ada penangkapan baby lobster yang tidak memperhatikan keseimbangan bahkan cenderung pada upaya rakus.

“Harus ada batasan, harus bisa dikontrol dan tercatat seberapa banyak kwantitas baby lobster yang diperbolehkan,” imbuhnya. (Ney/Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/kommari-lampung-ekspor-baby-lobster-boleh-asal-ada-batasan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published