Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Atasi Polemik Impor Garam, Kommari Dorong Semua Unsur Bersatu Padu

Jakarta (Smudranesia) – Polemik impor garam memang bukan terjadi di saat ini saja melainkan sudah sejak beberapa dekade lalu pun demikian. Namun permasalahan yang tak kunjung usai ini membuat beberapa kalangan ingin keterpaduan dalam mengatasi masalah produksi garam dari setiap unsur berjalan baik.

Ketua Umum Komunitas Maritim Indonesia (Kommari) Henry Sutiyoso menyatakan polemik itu sudah sepatutnya tidak perlu dibuat rumit seperti sekarang. Ia melihat dalam konsep Penta Helix antara pemerintah (pusat dan daerah), pelaku usaha, media, komunitas dan akademisi saat ini sudah berjalan namun dirasa belum optimal.

“Seharusnya pemerintah mendorong semua pihak untuk bersatu padu membangun negara terutama dalam sektor produksi garam. Semua harus duduk bareng untuk menemukan apa permasalahan. Saat ini Penta Helix sudah berjalan tapi masih terputus-putus garisnya sehingga cenderung sendiri-sendiri,” kata Henry kepada redaksi, Rabu (24/7).

Ia meyakini jika semua pihak berkomitmen untuk duduk bersama menyelesaikan masalah impor garam yang membuat harga garam petani anjlok di beberapa daerah, pasti bisa terselesaikan.

“Jadi every problem pasti ada solusinya kalau kita duduk bareng. Kalau sekarang saya masih melihat masing-masing dan akhirnya datanya pun berbeda-beda,” terangnya.

Tahun ini pemerintah melalui keptusan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan yang disetujui oleh Kemenko Ekonomi dan presiden telah mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton. Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertanggung jawab terhadap permasalahan produksi menghendaki agar impor garam tidak lebih dari 3 juta ton.

Sama halnya dengan Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan yang kemarin dengan tegas menyebut tidak perlu lagi mengimpor garam. Ia pun sudah mengusulkan hal ini kepada Presiden untuk menghentikan impor garam.

Terkait kondisi itu, ke depannya, Kommari ingin menjadi salah satu bagian yang bisa mendorong berjalannya Penta Helix lebih baik lagi baik itu pada permasalahan garam maupun masalah kemaritiman lainnya.

“Kita ingin agar Penta Helix ini bisa berjalan lebih smooth,” imbuhnya.

Soal produksi garam, ia optimis dengan adanya teknologi yang berkembang di negara-negara maju penghasil garam bisa diterapkan di dalam negeri untuk menggenjot produksi garam nasional.

Kemudian proses pendamingan dari pemerintah kepada petani garam juga perlu ditingkatkan lagi. Saat ini, ia melihat proses itu seakan terputus sehingga produksi garam yang dilakukan oleh para petani tidak maksimal.

“Kalau sekarang saya melihat pemerintah hanya memberikan edukasi kepada petani garam, program berjalan tapi proses pendampingannya kurang,” pungkasnya.

Sejak 2017 KKP telah mencanangkan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) untuk meningkatkan produksi garam nasional sekaligus kesejahteraan para petani garam. Beberapa sentra garam nasional seperti di Aceh, Indramayu, Pati, Madura dan NTT dijadikan sebagai pilot project lumbung garam nasional.

Seperti yang disampaikan oleh Menko Luhut bahwa harapan itu terus berkumandang. Ke depannya Indonesia tidak perlu lagi impor garam. “Saya sarankan ke Presiden, eloknya enggak usah ada impor-impor lagilah, itu bikin kacau,” tegas Luhut. (Tyo)

 

Editor : Rahman

 

Article Link : http://samudranesia.id/atasi-polemik-impor-garam-kommari-dorong-semua-unsur-bersatu-padu/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published